BIOMA UNDIP

Situsnya Anak Biologi 2005 FMIPA UNDIP

Inulin untuk Kesehatan

Posted by Bioma pada 4 Juni, 2008

DI luar FOS (frukto oligosakarida) dan GOS (gluko oligosakarida), inulin telah berhasil menempatkan dirinya sebagai salah satu prebiotik papan atas yang kian berkibar. Inulin diyakini mempunyai kandungan nutrisi yang excellent di samping sifatnya sebagai pangan fungsional. Sejumlah riset terkini menegaskan bahwa inulin mampu mencegah terjadinya karsinogenesis pada usus besar melalui perangsangan pertumbuhan bifidobakeria. Inulin juga terbukti mampu menghambat pengembangan penyimpangan fungsi usus besar.

Biokimia inulin

Inulin merupakan polimer dari unit-unit fruktosa yang umumnya mempunyai terminal glukosa. Unit-unit fruktosa tersebut dihubungkan dengan �-(2-1) glikosidik. Seraca umum inulin yang terdapat dalam tanaman mengandung 2 sampai 150 unit fruktosa. Inulin yang paling sederhana adalah 1-ketosa yang hanya mempunyai dua unit fruktosa dan satu unit glukosa.

Inulin yang disambungkan dengan glukosa dinyatakan sebagai �-D-glukopiranosil-[�-D-fruktofuranosil](n-1)-D-fruktofuranosida (selanjutnya disingkat sebagai GpyFn atau GFn). Sementara itu, inulin yang tidak mempunyai sambungan glukosa adalah �-D-fruktopiranosil-[D-fruktofuranosil](n-1-)-D-fruktofuranosida atau disingkat menjadi FpyFn, FFn, atau bahkan Fm, di mana n adalah jumlah fruktosa, sedangkan py adalah singkatan dari piranosil. Bila dihidrolisis, inulin akan menghasilkan oligofruktosa dengan derajat polimerisasi yang kurang atau sama dengan 10.

Secara umum, inulin dapat ditemui dalam berbagai tanaman. Namun demikian, inulin dalam jumlah yang memadai dapat ditemukan pada umbi dahlia (Dahlia pinnata Cav.), umbi jerusalem artichoke (Helianthus tuberosus), chicory (Chicoryum intybus, L), dandelion (Taraxacum officinale Weber), umbi yacon (Smallanthus sanchifolius), dan dalam jumlah kecil terdapat juga dalam bawang merah, bawang putih, asparagus, pisang, gandum, dan barley. Struktur kimia inulin dapat dilihat pada Gambar 1 dan 2.

Manfaat untuk kesehatan

Dalam industri pangan, inulin banyak dimanfaatkan sebagai pengganti lemak dan gula pada produk makanan rendah kalori serta sebagai bahan baku pembuatan sirup fruktosa. Sementara dalam bidang farmasi, inulin digunakan untuk uji fungsi ginjal. Secara fisik, inulin bersifat larut dalam air, tetapi tidak dapat dicerna oleh enzim-enzim dalam sistem pencernaan mamalia. Karena sifatnya itulah, inulin dapat mencapai usus besar tanpa mengalami perubahan struktur. Meskipun demikian, inulin dapat mengalami fermentasi akibat aktivitas mikroflora yang terdapat didalam usus besar sehingga berdampak baik bagi kesehatan tubuh.

Selama berdomisili dalam usus besar, hampir seluruh inulin difermentasi menjadi asam-asam rantai pendek dan beberapa mikroflora spesifik menghasilkan asam laktat. Peristiwa seperti ini menyebabkan pH dalam usus besar mengalami penurunan sehingga pertumbuhan bakteri patogen menjadi demikian terhambat. Mekanisme inilah yang menyebabkan mengapa kekebalan tubuh seseorang menjadi meningkat. Asam laktat yang dihasilkan juga dapat merangsang gerak peristaltik sehingga mencegah konstipasi dan meningkatkan penyerapan kalsium untuk mencegah osteoporosis.

Untuk menghadirkan manfaat di atas, inulin telah banyak diaplikasikan dalam sejumlah produk susu. Promosi pemanfaatan inulin untuk anak-anak lebih diarahkan terhadap peningkatan kekebalan tubuh. Sedangkan pada wanita usia manupause, para produsen produk susu lebih menitikberatkan pada kemampuannya dalam mencegah osteoporosis. Inulin dapat ”bersolo karier” sebagai suplemen prebiotik. Di samping itu, inulin juga dapat berkolaborasi bersama-sama probiotik lainnya seperti dalam produk seperti yoghurt, kefir, dadih, dan lain-lain. Kolaborasi antara prebiotik dan probiotik ini dikenal dengan istilah sinbiotik.

Populasi bifidobakteri pada bayi yang diberi ASI eksklusif dapat menyentuh angka 95 persen dari keseluruhan mikroflora intestinal. Hal ini berbeda pada orang dewasa yang hanya memiliki populasi bifidobakteria sekitar 25 persen. Penurunan populasi ini disebabkan oleh pergeseran pola makan dan atau penggunaan antibiotik, sehingga membunuh sebagian besar bakteri yang menguntungkan. Dalam kondisi seperti ini peran sinbiotik sangatlah penting. Sinbiotik dapat dikonsumsi untuk mengembalikan kondisi mikroflora ke komposisi yang ideal. Aplikasi dalam industri pangan, inulin dapat ditambahkan untuk pengkayaan produk makanan lain seperti es krim, jeli, dan bubur bayi.

Mekanisme aksi

Mekanisme aktivitas antitumor dari inulin, terutama dengan kanker usus besar kerap kali dihubungkan dengan keberadaan butirat. Butirat dalam bentuk asam butirat merupakan asam lemak rantai pendek yang diproduksi melalui fermentasi inulin di dalam usus besar. Beberapa riset terkini menerangkan bahwa butirat mampu menghambat pertumbuhan diferensiasi sel. Hal ini diyakini sebagai wujud kemampuan inulin dalam mencegah terjadinya tumor. Inulin juga ternyata mampu meningkatkan konsentrasi kalsium dan magnesium dalam usus besar. Tingginya kedua senyawa tersebut dapat mengontrol kecepatan pergantian sel. Tingginya konsentrasi kalsium juga dapat menuntun pembentukan air empedu yang tidak larut atau garam dari asam-asam lemak. Hal ini akan mereduksi perusakan efek dari empedu atau asam-asam lemak dalam usus besar.

Inulin juga mampu meningkatkan pertumbuhan populasi bifidobakter dalam usus besar. Bifidobakter ini berfungsi menghambat pertumbuhan bakteri patogen seperti Clostridium perfringens, dan strain diareogenik Escherichia coli. Beberapa riset yang dilakukan pada tikus, inulin terbukti berpotensi menurunkan serum trigliserida. Karena kemampuannya ini, para ahli menduga bahwa kemampuannya pada manusia menunjukkan hal yang sama baiknya.

Bagi penderita diabetes

Kabar gembira bagi penderita diabetes. Inulin ternyata mampu menurunkan tingkat kolesterol pada penderita diabetes. Propionat, produk fermentasi inulin dalam usus besar dapat menghambat hidroksil metil glutaril-koA (HMG-CoA) reduktase yang merupakan enzim yang berperan dalam biosintesis kolesterol.

Inulin terbukti juga mampu menunda pengosongan lambung dan atau waktu transit pada usus kecil. Propianat dapat menghambat glukoneogenesis melalui konversi HMG-CoA menjadi metil malonil CoA dan suksinil CoA. Selain itu, proses ini mampu menghambat aktivitas piruvat karboksilase. Propionat ini juga mampu mereduksi tingkat plasma dari asam-asam lemak bebas. Asam-asam lemak bebas dengan tingkat plasma yang tinggi menurunkan utilitas glukosa dan menyebabkan resistensi insulin. Propionat juga meningkatkan glikolisis melalui penipisan sitrat dalam hati. Seperti diketahui sitrat merupakan penghambat alosterik fosfofruktokinase

Inulin mempunyai sifat yang serupa dengan serat pangan, mampu mengikat mineral seperti kalsium dan magnesium dan usus kecil. Asam-asam lemak rantai pendek seperti asetat, propionat dan butirat yang dibentuk dari fermentasi inulin dalam jalur usus untuk memfasilitasi penyerapan dalam usus besar dari kalsium dan magnesium. Peristiwa ini bermanfaat untuk mencegah terjadinya osteoporosis.

Inulin difermentasikan dalam usus besar oleh bifidobaketer dan beberapa bakteria lain untuk memproduksi asam-asam lemak rantai pendek seperti asetat, propionat dan butirat. Asetat, propionat, dan butirat yang tidak diproses dalam usus besar diserap dan ditransportasikan melalui sirkulasi portal menuju hati. Asam-asam lemak tersebut secara intensif diproses lebih lanjut dalam hati. Asam-asam lemak yang tidak diproses dalam hati ditransportasikan dan disirkulasikan dalam sejumlah jaringan, di mana mereka tersebut mengalami metabolisme lebih lanjut.

Seperti substansi prebiotik lainnya, inulin mampu melindungi tubuh dari risiko kanker dan sejumlah penyakit lainnya. Sebuah riset telah dilakukan terhadap 18 pria sehat sebagai sukarelawan. Mereka diberi sarapan sereal yang mengandung 18 persen inulin selama beberapa pekan. Hasil riset menunjukkan, kolesterol plasma dan tingkat triasil gliserol semua sukarelawan mengalami penurunan yang singnifikan.

Pemberian inulin sebanyak 10 gram per hari tidak menunjukkan pengaruh yang negatif terhadap kesehatan tubuh. Pemberian dosis di atas 10 gram dapat menyebabkan gejala-gejala seperti flatulence (kelebihan gas dalam perut), bloating (pembengkakan). dan diare. Sekali-kali pemberian inulin dalam jumlah yang banyak berpotensi menyebabkan alergi.

Konsumsi inulin rata-rata penduduk Amerika adalah 1 – 4 gram/hari. Angka ini sedikit lebih tinggi dibandingkan dengan konsumsi inulin penduduk Uni Eropa yang berkisar 1 – 3 gram/harinya. Kemampuan inulin dalam menghasilkan energi adalah setengah dari kemampuan karbohidrat, yaitu 1 – 2 kkal/gram. Atas dasar inilah, para ahli banyak yang merekomendasikan agar inulin dikonsumsi oleh penderita diabetes maupun penderita penyakit degeneratif lainnya.***

Dadan Rohdiana
Peneliti di Laboratorium Pengetahuan Bahan Pangan Jurusan Teknologi Pangan, FT Unpas.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: