BIOMA UNDIP

Situsnya Anak Biologi 2005 FMIPA UNDIP

Jalan Panjang Minyak Jatropha Menjadi Biofuel

Posted by Bioma pada 3 Juni, 2008

Oleh Merry Magdalena

JAKARTA–Manfaat minyak jarak alias Jatropha Cursas sudah lama didengungkan sebagai bahan bakar alternatif terbarukan. Sayangnya teknologi pengolahannya belum dikuasai penuh oleh ilmuwan Indonesia. Pada 2010 mendatang pemerintah bertarget akan mensubstitusi 10 persen BBM kita dengan energi terbarukan alias biofuel.
Sumber biofuel itu adalah singkong, minyak jarak, kelapa sawit, dan tebu.“Ada banyak aspek yang harus kita kuasai seputar tanaman jarak ini, di antaranya budi daya penanaman, proses pengolahan, dan pemanfaatannya. Selain itu juga dibutuhkan riset dan pengembangan lebih jauh terhadap minyak jarak,” ungkap Prof Said D Jenie, Kepala Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT), kepada pers di sela acara “Valorization of Jatropha Cursas as Sustainable Resource for Biofuel and Non Energy Utilization”, di Jakarta, (21/11).
Pada kesempatan ini, sejumlah ilmuwan dalam dan luar negeri saling berbagi ilmu pengolahan minyak jarak sebagai biofuel. Salah satunya adalah ilmuwan asal India, SN Nail dari Indian Institute of Technology Delhi.

Proses
“Jarak pagar adalah tanaman tropis yang tahan kering yang kini banyak dibudidayakan di Amerika Tengah dan Selatan, Asia Tenggara, India, dan Afrika. Tanaman ini dikenal bermanfaat meningkatkan kesuburan tanah,” ungkap Nail dalam presentasinya.
Di India, tanaman jarak pagar tumbuh baik secara liar maupun secara budi daya. Dari studi diketahui bahwa bukan hanya bijinya, bahkan buah jarak pagar juga mengandung minyak. Jika diperas, dari buah dapat dihasilkan 20 persen minyak, biji 40 persen. Di sana lahan jarak sudah mencapai ribuan hektare, terutama wilayah Rasashtan, Orissa, Chatisgarh.
Nail menjelaskan proses pengolahannya melalui beberapa tahap. Pertama, biji jarak dibersihkan lalu menuju mesin pressing. Hasilnya adalah minyak mentah yang harus melalui proses sentrifugasi, sedimentasi, dan penyaringan, dan dihasilkan minyak bersih yang jernih berwarna kekuningan.
Namun ini belum berarti minyak sudah bisa langsung dipakai di mobil. Konverter dibutuhkan untuk menyaring minyak dari asam lemak jenuh yang ada agar tidak merusak mesin kendaraan.
Tanaman jarak penghasil biodiesel ini berasal dari jenis tanaman jarak pagar yang dalam bahasa Inggris bernama Physic Nut dengan nama species Jatropha curcas, tanaman ini seringkali salah diidentifikasi dengan tanaman jarak yang dalam bahasa Inggris disebut castor bean dengan nama species Ricinus communis.
Manfaat minyak jarak sebagai substitusi bahan bakar sebetulnya telah lama diketahui. Misalnya melalui review yang dipublikasikan oleh Gubitz (1999) pada jurnal Bio resource Technology edisi 67, tahun 1997 grupnya di Austria telah mempublikasikan hasil uji adaptasi minyak jarak pada mesin diesel standar. Di dalam review tersebut juga disebutkan bahwa jauh sebelum pengujian tersebut dilaksanakan, pada tahun 1982, peneliti dari Jepang juga telah memperoleh hasil memuaskan dalam menguji performansi mesin dalam menggunakan minyak jarak di Thailand.
Pengembangan minyak dari tanaman jarak melalui pendekatan ilmiah di Indonesia dipelopori oleh Dr. Robert Manurung dari Institut Teknologi Bandung (ITB) sejak tahun 1997 dengan fokus ekstraksi minyak dari tanaman jarak.

Potensi Tinggi
“Di BPPT studi tentang tanaman jarak pagar sebagai biofuel baru dilakukan dua tahun belakangan ini. Jarak pagar selain dapat dimanfaatkan sebagai bahan bakar biofuel, dapat juga diolah untuk obat-obatan, sabun, pakan ternak, dan sebagainya. Namun semua pemanfaatan tersebut memerlukan teknologi. Di sinilah letak kelemahan ilmuwan kita. Walau sudah dikenal lama, tanaman jarak pagar tergolong baru diketahui gunanya sebagai bioenergi,” komentar Dr Unggul Priyanto, Direktur Pengembangan Teknologi Pengembangan Sumberdaya Energi BPPT.
Jarak pagar sesungguhnya punya potensi cukup tinggi sebagai bahan bakar alternatif. Dibandingkan dengan kelapa sawit yang membutuhkan proses produksi lebih rumit dan mahal, minyak jarak lebih sederhana pengolahannya.
Di samping itu, minyak jarak tidak dapat dikonsumsi karena mengandung racun. Dengan kondisi itu, minyak jarak sebagai energi alternatif tidak akan mengganggu bidang konsumsi. Berbeda dengan minyak sawit yang juga dialokasikan sebagai minyak goreng.
“Mereka yang mau terjun ke industri jarak pagar harus juga memikirkan keuntungan dari bagian lain, bukan hanya minyaknya saja. Dari seluruh biji jarak hanya sepertiga saja yang bisa menjadi minyak. Dua per tiganya berupa ampas yang bisa dimanfaatkan sebagai briket atau bahan baku boiler. Itulah yang sudah dilakukan di Afrika dan selayaknya kita tiru,” demikian Unggul.
Selain dengan India, BPPT beserta ITB akan bekerja sama dengan Belanda untuk mendalami teknologi pengolahan jarak. Indonesia akan mengirimkan 10 peneliti ke Universitas Groeninghen, Belanda. n

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: