BIOMA UNDIP

Situsnya Anak Biologi 2005 FMIPA UNDIP

Nasruddin Mempercepat Pertumbuhan Mangrove

Posted by Bioma pada 27 Mei, 2008

Mahasiswa Peneliti
Nasruddin Mempercepat Pertumbuhan Mangrove

Kondisinya yang buruk, tetapi manfaat mangrove yang besar, menggugah hatinya. Setelah bereksperimen setahun lamanya, sarjana Jurusan Fisika Universitas Diponegoro (Undip), Semarang, ini menemukan cara untuk menumbuhkan mangrove lebih cepat.

Pada umumnya, mangrove (Rhizophora apiculata) sebagai tumbuhan pengikat tanah membutuhkan waktu setengah tahun untuk menjadi benih layak tanam dengan panjang 20 sentimeter dan berdaun dua pasang. Sedangkan untuk menjadi mangrove yang sanggup jadi penahan gelombang laut dibutuhkan waktu 5-10 tahun.

Untuk mempercepat pertumbuhan mangrove, ia menggunakan teknologi plasma. Tepatnya plasma lucutan pijar korona atau plasma dingin. Alatnya berupa sumber tegangan tinggi dan reaktor plasma yang dikemas berupa kotak plastik.

Teknologi plasma ini sebenarnya terinspirasi dari petir. Setiap daerah yang sering terkena petir maka lebih subur dan banyak pepohonan. Ini disebabkan petir memberikan energi kepada senyawa nitrogen di udara dan mengubahnya menjadi ion yang masuk ke dalam tanah. “Udara mengandung 80 persen unsur nitrogen. Unsur ini esensial bagi pertumbuhan tanaman. Nah, kami hanya membuat simulasi fenomena petir yang memberi kesuburan tanaman ini dalam skala kecil,” ujar Nasruddin yang ditemui di Laboratorium Fisika Atom dan Nuklir, Universitas Diponegoro, pekan lalu.

Plasma sebagai zat keempat di samping zat klasik: padat, cair, dan gas, ditemukan 1928 oleh ilmuwan Amerika, Irving Langmuir (1881-1957), dalam eksperimennya melalui lampu tungsten filamen. Di Indonesia baru segelintir ilmuwan menggeluti teknologi plasma. Alat pemercepat pertumbuhan mangrove dengan teknologi plasma ini sebenarnya tidak murni buatannya.

Bersama dengan tim Laboratorium Fisika Atom dan Nuklir Universitas Diponegoro, alat ini sebelumnya sudah diuji coba oleh mahasiswa terdahulu.

“Yang sudah diuji coba itu jagung, sawi. Dan terbukti pertumbuhannya lebih cepat hingga 200 persen dari pertumbuhan biasa. Pada mangrove hasilnya cukup memuaskan,” ujarnya.

Bibit mangrove yang berupa batang dimasukkan dalam reaktor plasma dan diberi radiasi selama setengah hingga satu jam lamanya. Dibandingkan dengan cara konvensional, maka percepatan pertumbuhan bibit yang diberikan radiasi plasma mencapai 40 persen. Jadi bila bibit mangrove memerlukan waktu enam bulan baru siap ditanam maka bibit percobaan milik Nasruddin ini hanya perlu waktu 3-4 bulan saja.

Percobaannya dilakukan pada 1.000 batang bibit mangrove yang disebar di pesisir pantai Dukuh Kaliwuntu, Kabupaten Rembang, tahun 2005.

Dukuh itu memang jadi sentra pembibitan mangrove untuk gerakan penanaman mangrove di seluruh Indonesia.

Alat berteknologi plasma itulah yang membawanya meraih Juara I Pemilihan Peneliti Remaja Indonesia Bidang Ilmu Pengetahuan Teknologi dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) 2006 tanggal 12 September lalu di Jakarta. (Andreas Sarwono)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: